Jawaban 3 mempertanyakan: Hal berikut yang bukan termasuk faktor -faktor pendukung kegiatan usaha adalah A. Faktor manusia
B. Peluang
C. Faktor Permodalan
D. Faktor mengtur Bisnis
E. Pengoperasian Bisnis
Yangbukan tugas notulis adalah. a. Mencatat proses atau jalannya diskusi. b. Mencatat jumlah peserta diskusi. Yang bukan termasuk tugas peserta adalah a. Menjaga kelancaran diskusi. b. Memperkenalkan diri. c. Mengajukan pertanyaan. d. Menjaga sikap . e. Mengikuti tata tertib. 51. Yang termasuk unsur perlengkapan untuk menyelenggarakan
Berikutyang bukan termasuk tugas seorang Rasul adalah?, semoga membantu. Kemudian, Pak Guru sangat menyarankan siswa sekalian untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Pancasila memiliki segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia, artinya Pancasila memiliki nilai? dengan penjelasan jawaban dan pembahasan yang lengkap.
Dilansirdari Encyclopedia Britannica, yang bukan termasuk bumn adalah unilever. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Jenis usaha yang sesuai dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.
Dari16 provinsi yang menjadi tujuan PKDN Sespimti Polri, salah satunya adalah Sultra. "Dari 10 obyek yang akan kami kunjungi di Sultra, salah satunya adalah Kendari Pos. Ini bagian dari implementasi hexaheliks yakni bersinergi dengan berbagai elemen termasuk media massa," ujar Brigjen Pol Mujiyono kepada Direktur Kendari Pos Irwan Zainuddin
Berikutyang bukan termasuk fungsi wawasan Nusantara adalah fungsi? Dorongan; Pedoman; Motivasi; Pemecah; Petunjuk; Jawaban: D. Pemecah. Dilansir dari Ensiklopedia, berikut yang bukan termasuk fungsi wawasan nusantara adalah fungsi pemecah. Itulah tadi jawaban dari pertanyaan tersebut. Semoga membantumu dalam mengerjakan soal
L8eNuNN. Pelatihan kerja adalah sebuah proses yang sistematis untuk mengajarkan atau meningkatkan pengetahuan, keahlian dan sikap, dan perilaku spesifik yang berkaitan dengan pekerjaan sehingga karyawan semakin terampil, memiliki tanggung jawab yang lebih baik serta memiliki kinerja yang lebih adalah prosedur formal yang difasilitasi dengan pembelajaran guna terciptanya perubahan tingkah laku yang berkaitan dengan peningkatan tujuan perusahaan atau organisasi. Pelatihan merupakan instruksional atau experensial untuk mengembangkan pola-pola perilaku seseorang dalam bidang pengetahuan keterampilan atau sikap untuk mencapai standar yang adalah suatu usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya lebih efektif dan efisien. Program pelatihan adalah serangkaian program yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam hubungannya dengan pekerjaannya. Efektivitas program pelatihan adalah suatu istilah untuk memastikan apakah program pelatihan dijalankan dengan efektif dalam mencapai sasaran yang definisi dan pengertian pelatihan kerja dari beberapa sumber buku Menurut Sulistiyani dan Rosidah 2010, pelatihan kerja adalah proses sistematik pengubahan perilaku para karyawan dalam suatu arah guna meningkatkan tujuan-tujuan organisasional dengan tujuan untuk mempertahankan, menjaga, memelihara karyawan dan sekaligus meningkatkan keahlian para karyawan untuk dapat meningkatkan kinerjanya. Menurut Widodo 2015, pelatihan kerja adalah serangkaian aktivitas individu dalam meningkatkan keahlian dan pengetahuan secara sistematis sehingga mampu memiliki kinerja yang profesional di bidangnya. Pelatihan adalah proses pembelajaran yang memungkinkan pegawai melaksanakan pekerjaan yang sekarang sesuai dengan standar. Menurut Rachmawati 2008, pelatihan kerja adalah wadah lingkungan bagi karyawan, di mana mereka memperoleh atau mempelajari sikap, kemampuan, keahlian, pengetahuan, dan perilaku spesifik yang berkaitan dengan pekerjaan. Menurut Rivai dan Sagala 2011, pelatihan kerja adalah proses secara sistematis mengubah tingkah laku pegawai untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan berkaitan dengan keahlian dan kemampuan pegawai untuk melaksanakan pekerjaan saat ini. Menurut Bangun 2012, pelatihan kerja adalah adalah proses untuk mempertahankan atau memperbaiki ketrampilan karyawan untuk menghasilkan pekerjaan yang efektif. Menurut Simamora 1997, pelatihan kerja adalah proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja Mangkuprawira 2004, pelatihan kerja adalah sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian serta sikap agar karyawan semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik, sesuai dengan Pelatihan KerjaMenurut Widodo 2015, tujuan pelatihan kerja adalah untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, mendukung perencanaan SDM, meningkatkan moral anggota, memberikan kompensasi yang tidak langsung, meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja, mencegah kedaluwarsa kemampuan dan pengetahuan personel, meningkatkan perkembangan kemampuan dan keahlian Undang-undang Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, disebutkan bahwa pelatihan kerja diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesejahteraan. Menurut Simamora 1997, tujuan dari pelatihan kerja antara lain adalah sebagai berikut Memperbaiki kinerja. karyawan-karyawan yang bekerja secara tidak memuaskan karena kekurangan ketrampilan merupakan calon utama pelatihan. Memutakhirkan keahlian para karyawan sejalan dengan kemajuan teknologi. Melalui pelatihan, pelatih trainer memastikan bahwa karyawan dapat mengaplikasikan teknologi baru secara efektif. Mengurangi waktu pembelajaran bagi karyawan baru agar agar kompeten dalam pekerjaan. Seseorang karyawan baru sering tidak menguasai keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi job competent, yaitu mampu mencapai output dan standar mutu yang memecahkan masalah operasional. Para manajer harus mencapai tujuan mereka dengan kelangkaan dan kelimpahan sumber daya seperti kelangkaan sumber daya finansial dan sumber daya teknologi manusia, dan kelimpahan masalah keuangan, manusia dan teknologi. Mempersiapkan karyawan untuk promosi. Salah satu cara untuk menarik, menahan dan memotivasi karyawan adalah melalui program pengembangan karier yang sistematik. Pengembangan kemampuan promosional karyawan konsisten dengan kebijakan sumber daya manusia untuk promosi dari dalam. Pelatihan adalah unsur kunci dalam sistem pengembangan Pelatihan Kerja Pelatihan kerja merupakan sarana yang ditujukan pada upaya untuk lebih mengaktifkan kerja baik karyawan organisasi maupun masyarakat yang dipandang kurang efektif sebelumnya. Melalui pelatihan akan mampu mengurangi adanya dampak negatif yang disebabkan kurangnya pengetahuan, kurangnya kepercayaan diri atau pengalaman yang terbatas dari anggota atau kelompok Rivai dan Sagala 2011, manfaat pelatihan kerja dapat dikelompokkan dalam tiga bagian, yaitu sebagai berikuta. Manfaat untuk karyawan Membantu karyawan dalam membuat keputusan dan pemecahan masalah yang lebih efektif. Melalui pelatihan dan pengembangan, variabel pengenalan, pencapaian prestasi, pertumbuhan, tanggung jawab dan kemajuan dapat diinternalisasi dan mendorong dan mencapai pengembangan diri dan rasa percaya diri. Membantu karyawan mengatasi stres, tekanan, frustrasi, dan konflik. Memberikan informasi tentang meningkatnya pengetahuan kepemimpinan, keterampilan komunikasi dan sikap. Meningkatkan kepuasan kerja dan pengakuan. Membantu karyawan mendekati tujuan pribadi sementara meningkatkan keterampilan interaksi. Memenuhi kebutuhan personal peserta dan pelatihan. Memberikan nasehat dan jalan untuk pertumbuhan masa rasa pertumbuhan dalam pelatihan. Membantu pengembangan keterampilan mendengar, bicara dan menulis dengan latihan. Membantu menghilangkan rasa takut melaksanakan tugas Manfaat untuk perusahaan Mengarahkan untuk meningkatkan profitabilitas atau sikap yang lebih positif terhadap orientasi profit. Memperbaiki pengetahuan kerja dan keahlian pada semua level perusahaan. Memperbaiki sumber daya manusia. Membantu karyawan untuk mengetahui tujuan perusahaan. Membantu menciptakan image perusahaan yang lebih baik. Mendukung otentitas, keterbukaan dan kepercayaan. Meningkatkan hubungan antara atasan dan pengembangan perusahaan. Belajar dari peserta. Membantu mempersiapkan dan melaksanakan kebijaksanaan perusahaan. Memberikan informasi tentang kebutuhan perusahaan dimasa dapat membuat keputusan dan memecahkan masalah yang lebih pengembangan promosi dari pengembangan keterampilan kepemimpinan motivasi, kesetiaan, sikap dan aspek yang biasanya diperlihatkan meningkatkan efisiensi, efektivitas, produktivitas dan kualitas kerja. Membantu menekan biaya dalam berbagai bidang seperti produksi, SDM, dan rasa tanggung jawab terhadap kompetensi dan pengetahuan. Meningkatkan hubungan antar buruh dengan manajemen. Mengurangi biaya konsultan luar dengan menggunakan konsultan internal. Mendorong mengurangi perilaku merugikan. Menciptakan iklim yang baik untuk pertumbuhan. Membantu karyawan untuk menyesuaikan diri dengan menangani konflik sehingga terhindar dari stres dan tekanan Manfaat dalam hubungan sumber daya manusia, intra dan antar grup dan individu Meningkatkan komunikasi antar grup dan individual. Membantu dalam orientasi bagi karyawan baru dan karyawan transfer atau promosi. Memberikan informasi tentang kesamaan kesempatan dan aksi afirmatif. Memberikan informasi tentang hukum pemerintah dan kebijakan internasional. Meningkatkan keterampilan inter personal. Membuat kebijakan perusahaan, aturan dan kualitas moral. Membangun kohesivitas dalam kelompok. Memberikan iklim yang baik untuk belajar, pertumbuhan dan perusahaan menjadi tempat yang lebih baik untuk bekerja dan Pelatihan Kerja Menurut Handoko 2001, berdasarkan metodenya pelatihan kerja dapat diklasifikasi dalam dua jenis, yaitu on the job training dan off the job training. Adapun penjelasan dari masing-masing jenis pelatihan kerja tersebut adalah sebagai berikuta. Metode on the job training On the job training OJT atau In-house training merupakan metode yang paling banyak digunakan perusahaan dalam melatih tenaga kerjanya. On the job training adalah metode pelatihan yang pelaksanaannya dilakukan di tempat kerja. Para karyawan mempelajari kerjanya sambil mengerjakan secara langsung. Dalam metode on the job training terdapat berbagai teknik yang bisa digunakan dalam pelatihan, yaitu sebagai berikut Rotasi Jabatan. Memberikan kepada karyawan pengetahuan tentang bagian-bagian organisasi yang berbeda dan praktik berbagai macam keterampilan manajerial. Pelatihan Instruksi Pekerjaan. Petunjuk-petunjuk pekerjaan diberikan secara langsung pada pekerjaan dan digunakan terutama untuk melatih para karyawan tentang cara pelaksanaan pekerjaan mereka sekarang. Magang. Merupakan proses belajar dari seorang atau beberapa orang yang berpengalaman, Asistensi dan Intership adalah bentuk lain program magang. Coaching. Penyelia atau atasan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada karyawan dalam pelaksanaan kerja rutin mereka. Penugasan Sementara. Penempatan karyawan pada posisi manajerial atau sebagai anggota panitia tertentu untuk jangka waktu yang ditetapkan, karyawan terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah-masalah organisasional Metode off the job training Off the job training atau external training merupakan metode yang pelaksanaannya dilakukan di luar tempat kerja. Pelatihan dilaksanakan dimana karyawan dalam keadaan tidak bekerja dengan tujuan agar terpusat pada kegiatan pelatihan saja. Pelatih atau instruktur biasanya didatangkan dari luar organisasi. Hal ini dilakukan karena kurang atau tidak tersedianya pelatih dalam perusahaan. Adapun jenis-jenis pelatihan kerja menggunakan metode off the job training adalah sebagai berikut Metode studi kerja. Karyawan yang terlibat dalam metode pelatihan ini diminta untuk mengidentifikasikan masalah-masalah, menganalisis situasi dan merumuskan penjelasan-penjelasan alternatif. Dengan metode kasus, karyawan dapat mengembangkan keterampilan pengambilan playing. Teknik ini merupakan suatu peralatan yang memungkinkan para karyawan peserta pelatihan untuk memainkan peran yang games. Suatu simulasi pengambilan keputusan skala kecil yang dibuat sesuai dengan situasi kehidupan bisnis nyata. Vestibule training. Bentuk pelatihan ini dilaksanakan oleh bukan atasan penyelia, tetapi oleh pelatih-pelatih khusus. Pelatihan laboratorium. Suatu bentuk pelatihan kelompok yang terutama digunakan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan antar pribadi. Salah satu bentuk pelatihannya adalah pelatihan sensitivitas. Program pengembangan eksekutif. Program ini biasanya dilaksanakan dilembaga pendidikan. Organisasi bisa mengirimkan para karyawannya untuk mengikuti paket-paket khusus yang ditawarkan atau bekerja sama dengan suatu lembaga pendidikan untuk mengembangkan secara khusus suatu bentuk penataran, pendidikan atau pelatihan sesuai kebutuhan Pelatihan Kerja Menurut Mangkunegara 2004, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pelatihan kerja, yaitu sebagai berikut Jenis Pelatihan. Berdasarkan analisis kebutuhan program pelatihan yang telah dilakukan, maka perlu dilakukan pelatihan peningkatan kinerja karyawan dan etika kerja bagi tingkat bawah dan menengah. Tujuan Pelatihan. Tujuan pelatihan harus konkret dan dapat diukur, oleh karena itu pelatihan yang akan diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja agar peserta mampu mencapai kinerja secara maksimal dan meningkatkan pemahaman peserta terhadap etika kerja yang harus diterapkan. Materi. Materi pelatihan dapat berupa pengelolaan manajemen, tata naskah, psikologis kerja, komunikasi kerja, disiplin dan etika kerja, Kepemimpinan kerja dan pelaporan kerja. Metode Yang Digunakan. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode pelatihan dengan teknik partisipatif yaitu diskusi kelompok, konferensi, simulasi, bermain perandemonstrasi dan games, latihan dalam kelas, tes, kerja tim dan study visit studi banding. Kualifikasi Peserta. Peserta pelatihan adalah karyawan perusahaan yang memenuhi persyaratan seperti karyawan tetap dan staf yang mendapat rekomendasi pimpinan. Kualifikasi Pelatih. Instruktur yang akan digunakan dalam memberikan materi pelatihan harus memenuhi kualifikasi persyaratan antara lain mempunyai keahlian yang berhubungan dengan materi pelatihan, mampu membangkitkan motivasi dan mampu menggunakan metode partisipatif. Waktu Banyaknya Sesi. Banyaknya sesi materi pelatihan terdiri dari 67 sesi materi dan 3 sesi pembukaan dan penutupan pelatihan kerja. Dengan demikian jumlah sesi pelatihan ada 70 sesi atau setara dengan 52,2 jam. Makin sering petugas mendapat pelatihan, maka cenderung kemampuan dan keterampilan karyawan semakin dan Syarat Pelatihan Kerja Menurut Mangkunegara 2004, dalam pengadaan pelatihan kerja terdapat tahapan yang harus di jalan selama proses pelatihan berlangsung, yaitu pengidentifikasian kebutuhan program pelatihan, menetapkan tujuan dan sasaran pelatihan, menetapkan kriteria keberhasilan dengan alat ukurnya, menentukan metode pelatihan seperti apa yang akan dijalankan, kemudian mengimplementasikan segala perencanaan tersebut, dan terakhir mengadakan prinsip-prinsip yang menjadi penentu keberhasilan pelatihan kerja antara lain adalah sebagai berikut Materi yang diberikan secara sistematis dan berdasarkan tahapan-tahapan. Tahap-tahapan tersebut harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai. Pelatih, pengajar atau pemateri harus mampu memotivasi dan menyebarkan respon yang berhubungan dengan serangkaian materi pelajaran. Adanya penguat reinforcement guna membangkitkan respon yang positif dari peserta. Menggunakan konsep pembentukan shaping khusus menurut Hasibuan 2016, seorang pelatih, pengajar atau pemateri harus memenuhi beberapa persyaratan atau kualifikasi antara lain adalah sebagai berikut Teaching Skills. Seorang pelatih harus mempunyai kecakapan untuk Mendidik atau mengajarkan, membimbing, memberikan petunjuk, dan mentransfer pengetahuannya kepada peserta pengembangan. Communication Skills. Seorang pelatih harus mempunyai kecakapan berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan secara efektif. Personality Authority. Seorang pelatih harus memiliki kewibawaan terhadap peserta pengembangan. Social Skills. Seorang pelatih harus mempunyai kemahiran dalam bidang sosial agar terjamin kepercayan dan kesetiaan dari para peserta pengembangan. Technical Competent. Seorang pelatih harus berkemampuan teknis, kecakapan teoretis, dan tangkas dalam mengambil suatu keputusan. Stabilitas Emosi. Seorang pelatih tidak boleh berprasangka jelek terhadap anak didiknya, tidak boleh cepat marah, mempunyai sifat kebapakan, keterbukaan, tidak pendendam serta memberikan nilai yang PustakaSulistiyani, dan Rosidah. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta Graha 2015. Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta Pusaka 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta Wilson. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta Henry. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta Veithzal dan Sagala, 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke Praktik. Jakarta Raja Grafindo Sjafri. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Bogor Ghalia 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta Melayu. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta Bumi Aksara.
Pengertian Tugas Terstruktur dan Tidak Terstruktur Serta Penugasan adalah bentuk implementasi Kurikulum melalui pembelajaran, selain kegiatan tatap mandiri terstruktur dan tugas mandiri tidak terstruktur merupakan bentuk penugasan yang sering dilakukan oleh guru dalam proses sekilas, tugas mandiri terstruktur dan tugas mandiri tidak terstruktur memiliki kesamaan, karena berfungsi sama sebagai tugas untuk dikerjakan peserta didik untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang sudah tetapi, kedua bentuk penugasan tersebut memilikin perbedaan yang cukup signifikan. Berikut ini ulasan mengenai pengertian Tugas Mandiri Terstruktur dan Tidak Terstruktur serta Mandiri TerstrukturTugas mandiri terstruktur adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik berupa pendalaman materi pembelajaran yang dirancang oleh guru untuk mencapai kompetensi dasar tertentu dimana waktu penyelesaian tugas ditentukan oleh demikian di dalam tugas mandiri terstruktur, peserta didik harus menyelesaikan tugas yang diberikan guru dan mengumpulkannya pada batas waktu yang sudah mandiri terstruktur diberikan secara kontinu kepada peserta didik dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman materi serta melatif disiplin dan tanggung jawab peserta guru, pemberian tugas mandiri terstruktur bermanfaat untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam menyampaikan materi, mengetahui tingkat pencapaian pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan, dan meningkatkan profesionalisme untuk orangtua, pemberian tugas mandiri terstruktur dapat dimanfaatkan untuk mengamati perkembangan belajar anak dan melihat kedisiplinan serta tanggungjawab anak dalam menyelesaikan tugas mandiri terstruktur, antara lain pemberian PR, kegiatan pengayaan, kegiatan remidial, dan kegiatan Mandiri Tidak TerstrukturTugas mandiri tidak terstruktur adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk pendalaman materi oleh peserta didik yang dirancang guru untuk mencapai kompetensi dasar tertentu yang waktu penyelesaiannya ditentukan oleh peserta didik waktu untuk mengerjakan tugas mandiri tidak terstruktur lebih lama dibandingkan waktu penyelesaian tugas mandiri terstruktur, misalnya dua minggu, satu bulan, dan bahkan satu semester,Karena waktu penyelesaiannya lebih lama, maka bentuk tugas mandiri tidak terstruktur biasanya berbentuk tugas tugas mandiri tidak terstruktur tidak harus dilakukan bersamaan, artinya peserta didik yang telah selesai mengerjakan tugas dapat mengumpulkan terlebih tugas mandiri tidak terstruktur bermanfaat untuk membiasakan peserta didik bekerja dalam tim atau kelompok. Bentuk tugas ini juga akan memberikan kesempatan peserta didik untuk berkreasi dan meningkatkan rasa percaya Persamaan Tugas Mandiri Terstruktur dan Tidak Terstruktur1. Tugas berupa pendalaman materi pembelajaran yang dirancang guru2. Bertujuan untuk mencapai kompetensi dasar tertentu3. Bermanfaat untuk melatih disiplin dan tanggung jawab peserta didikPerbedaan Tugas Mandiri Terstruktur dan Tidak Terstruktur1. Waktu penyelesaian tugas mandiri terstruktur ditentukan oleh guru, sedangkan waktu penyelesaiaan tugas mandiri tidak terstruktur ditentukan oleh peserta didik sendiri,2. Waktu pengerjaan tugas mandiri tidak terstruktur lebih lama dibandingkan waktu penyelesaian tugas mandiri tidak terstruktur, sehingga peserta didik yang telah selesai mengerjakan dapat mengumpulkan terlebih Bentuk tugas mandiri terstruktur adalah pemberian PR, kegiatan pengayaan, kegiatan remidial, dan kegiatan percepatan. Tugas mandiri tidak terstruktur lebih banyak bersifat proyek yang bisa dikerjakan secara individu maupun Pengertian Jurnal Mengajar Guru, Fungsi, dan Contoh FormatnyaPengertian Rincian Minggu Efektif, Format, dan Cara MenghitungnyaPengertian Prota dan Promes, Fungsi, Serta Langkah PembuatannyaDemikian ulasan mengenai pengertian Tugas Mandiri Terstruktur dan Tidak Terstruktur serta perbedaannya. Semoga bermanfaat.
Foto oleh SHVETS production dari Pexels Pemberian tugas pada siswa adalah salah satu bentuk dari pendidikan dan pengajaran kepada siswa. Memberikan tugas sekolah atau pun pekerjaan rumah PR pada siswa memiliki tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa Tidak hanya di sekolah namun juga saat berada di rumah. Bahkan beberapa guru meyakini pemberian tugas pada siswa merupakan cara efektif untuk mengukur perkembangan belajar siswa. Selain tujuan akademis seperti disebutkan di atas, pemberian tugas juga dapat melatih siswa menjadi lebih disiplin dalam belajar dan juga menjadi lebih mandiri. Pertanyaannya adalah apakah tugas-tugas yang Guru Pintar berikan benar-benar memberikan dampak positif untuk siswa? Terlebih di saat pandemi seperti sekarang ini. Apakah Guru Pintar sudah mengevaluasi pemberian tugas selama masa pandemi benar-benar memberikan hasil seperti yang diharapkan? Jangan sampai banyak siswa yang mengeluhkan terlalu banyaknya tugas sekolah sehingga tidak dapat meluangkan waktu belajar dan juga bermain. Hal ini dapat berakibat tidak baik karena berpotensi menambah tekanan dan kelelahan fisik pada siswa sehingga menurunkan imunitasnya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat memberikan tugas kepada siswa, Guru Pintar harus memikirkan dengan baik teknik memberikan tugas ke siswa. Berikut ini adalah 5 hal yang harus Guru Pintar pertimbangkan supaya pemberian tugas berdampak positif bagi siswa dan dapat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran. 1. Mempertimbangkan Kemampuan siswa Foto oleh Zen Chung dari Pexels Pemberian tugas siswa di rumah atau tugas mandiri siswa di rumah harus selalu dititikberatkan pada siswa yang bersangkutan. Hal pertama yang harus dipertimbangkan sebelum memberikan tugas kepada siswa adalah kemampuan dan perkembangan belajar siswa. Selain itu, faktor penunjang seperti kondisi fisik, ketersediaan alat/bahan yang dibutuhkan, dan juga referensi yang dibutuhkan saat penyelesaian tugas menjadi hal yang tak kalah penting untuk dijadikan acuan. Menyadari apa yang benar-benar siswa butuhkan dan kendala yang mungkin dihadapi adalah wujud dari empati. Dengan demikian, Guru Pintar dapat merancang tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuan siswa sekaligus tepat sasaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal. Selain itu, tugas yang dirancang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa akan mengurangi beban siswa saat mengerjakan tugas terutama beban secara psikologis. 2. Mempertimbangkan proporsi tugas yang diberikan Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels Tugas di sekolah maupun di rumah hendak tidak justru membuat siswa merasa kesulitan. Guru Pintar harus mengukur proporsi tugas yang diberikan, seperti bentuk tugas dan lama waktu penyelesaian. Misalnya siswa harus membuat proyek yang harus dipresentasikan. Sedangkan hal tersebut membutuhkan untuk observasi, eksperimen, mencari sumber informasi, analisis, dan lain sebagainya. Kemudian Guru Pintar hanya memberi waktu yang sangat singkat. Tentu saja ini tidak masuk akal. Karena siswa juga harus mengerjakan tugas tersebut dengan baik, bukan asal jadi saja. Guru Pintar harus selalu mengingat apa tujuan pemberian tugas kepada siswa yaitu untuk memotivasi belajar siswa, bukan untuk membebani mereka. Pemberian tugas yang tidak proporsional dapat menurunkan semangat belajar siswa. Jika hal itu terjadi, apakah tujuan pendidikan dan pembelajaran akan tercapai dengan maksimal? 3. Mempertimbangkan bentuk tugas yang diberikan Foto oleh Artem Podrez dari Pexels Tugas peserta didik atau siswa bukan sekedar rutinitas atau persyaratan saja. Dengan tujuan untuk memotivasi dan meningkatkan semangat belajar siswa, tugas hendaknya dirancang secara matang. Jangan sampai memberikan tugas dalam bentuk yang sama sepanjang waktu alias monoton. Bentuk tugas yang bervariasi atau bahkan disesuaikan dengan hobi/kegemaran siswa justru dapat membuat siswa antusias mengerjakan tugas sekaligus merasa tertantang untuk melakukan yang terbaik. Tugas yang monoton misalnya memberikan tugas merangkum atau latihan soal secara terus menerus sepanjang tahun ajaran. Variasi bentuk tugas dapat berupa tugas presentasi, wawancara, membuat video, dan masih banyak lagi bentuk-bentuk tugas yang dapat menarik minat belajar siswa. 4. Mempertimbangkan pemberian instruksi yang jelas Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels Supaya tujuan pemberian tugas kepada siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan, Guru Pintar harus memastikan semua siswa sudah memahami apa yang harus mereka lakukan. Tidak jarang banyak siswa yang gagal mengerjakan tugasnya karena tidak memahami atau kesulitan memahami tugas yang diberikan oleh Guru Pintar. Agar hal ini tidak terjadi, Guru Pintar harus memberikan instruksi yang jelas sebelum memberikan tugas. Jika diperlukan, Guru Pintar dapat memberikan siswa kesempatan untuk bertanya atau berkonsultasi jika siswa belum memahami tugasnya. Bentuk instruksi jangan hanya diberikan secara lisan. Akan lebih baik jika disampaikan tertulis atau meminta siswa menulis di buku tugas siswa sehingga tidak akan lupa. Instruksi tugas tertulis juga memudahkan orang tua saat mendampingi putra-putrinya saat belajar. 5. Mempertimbangkan kegiatan belajar dengan kalender pendidikan Foto oleh Bich Tran dari Pexels Tips memberikan tugas yang efektif lainnya adalah menyesuaikan tugas dengan kalender pendidikan. Saat mendekati masa-masa ujian, sebaiknya Guru Pintar jangan memberikan tugas terlalu banyak. Kenapa? Tentu saja karena hal ini akan sangat beban untuk siswa. Siswa juga membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian sehingga jika mereka sibuk dengan tumpukan tugasnya, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama mereka tidak akan menyelesaikan tugas dengan maksimal sehingga hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Kemungkinan kedua adalah siswa kan merasa sangat kelelahan sehingga gagal menyelesaikan tugas dan juga ujiannya. Guru Pintar tidak ingin hal ini terjadi pada siswa bukan? Ingat ya, Guru Pintar. Yang penting adalah bukan seberapa banyak atau sulit tugas yang diberikan, tetapi seberapa efektif tugas yang diberikan sehingga membawa dampak yang positif bagi siswa.
Jakarta - Salah satu bagian dari beriman kepada rasul adalah memahami tugas-tugasnya sebagai utusan Allah SWT. Tugas rasul tersebut sebetulnya sudah diterangkan dalam salah satu firmanNya dalam surah Al An'am ayat نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَArtinya "Tidaklah Kami utus para rasul melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."Berdasarkan penafsiran Quran Kementerian Agama Kemenag, tugas rasul yang diemban dalam ayat di atas yakni sebagai sosok pembawa berita gembira, pemberi peringatan, menyampaikan ajaran-ajaran Allah untuk menjadi pedoman hidup. Untuk itulah, beban tugas yang diemban tidak menurut buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terbitan Kemendikbud RI tugas-tugas rasul dapat terangkum menjadi 6 peran sebagai Menyampaikan risalah dari Allah SWT2. Mengajak kepada tauhid, yaitu mengajak umatnya untuk mengesakan Allah SWT dan menjauhi perilaku musyrik menyekutukan Allah3. Memberi kabar gembira kepada orang mukmin dan memberi peringatan kepada orang kafir4. Menunjukkan jalan yang lurus5. Membersihkan dan menyucikan jiwa manusia serta mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah6. Sebagai hujjah bagi manusiaSementara mengutip Dr. Abdussalam Muqbil Al-Majidi dalam buku Bagaimana Rasulullah Mengajarkan Al-Qur'an kepada Para Sahabat, secara umum tugas Rasulullah SAW adalah sebagai guru. Itu sebabnya Allah SWT mengutus beliau sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW,قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْنِي مُعَنِّتًا وَلَا مُتَعَنِّتًا وَلَكِنْ بَعَثَنِي مُعَلِّمًا مُيَسِّرًاArtinya "Sesungguhnya Allah tidak mengutuskan dengan kekerasan, tidak pula dengan sifat keras, tetapi Allah mengutusku sebagai guru dan mempermudah urusan," HR Muslim.Kemudian dijelaskan dalam surah Al Maidah ayat 92 bahwa tugas Rasulullah SAW hanyalah menyampaikan amanat Allah SWT. Amanat tersebut disampaikan beliau secara sempurna dan jelas ditujukan kepada seluruh umat rasul sebetulnya merupakan manusia pilihan Allah SWT yang menerima wahyu untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Untuk itu, Allah SWT meninggikan kedudukan seorang rasul dibanding manusia lainnya hingga memiliki hak untuk ditaati oleh umat lain. Allah berfirman dalam surat Al Hasyr ayat 7,وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِArtinya "Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukumanNya,"Tidak mengherankan bila muslim diwajibkan untuk mengimani rasul dan tugas-tugasnya. Iman kepada rasul dapat membawa muslim semakin mencintai rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan ajarannya demi meraih cinta Allah SWT. Dia berfirman dalam surat Ali Imran ayat 31,قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌArtinya "Katakanlah Muhammad, 'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,'" rah/erd
yang bukan termasuk tugas peserta adalah