MANFAATmembaca Surat Al-Qiyamah mengingatkan manusia akan ada peristiwa dahsyat yang akan terjadi saat hari kiamat. Surat Al-Qiyamah dalam Alquran berada di urutan ke-75 setelah Surat Al Muddassir. Surat Al-Qiyamah atau jika diartikan "Hari Berbangkit" ini terdiri 40 ayat dan termasuk golongan Makkiyyah. Thissurah was one of the first ten to be revealed to prophet muhammad (ﷺ). Surah al lail turun di k BacaanAl Quran Juz 29 Full Lengkap urutan surah ke 67 Al Mulk sampai urutan ke 77 surah Al Mursalat Juz 29 Al Quran. Al Mulk (Kerajaan)Makkiyah - 30 ayat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 1 تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ 2 ۨالَّذِيْ ReadSurah al-qiyamah Judgment Day complete with Arabic, Latin, Audio & English translations. Produk 1. Al-Qur'an Indonesia 2. Al-Qur'an English 3. Asmaul Husna 4. Kamus Bahasa Inggris 5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 6. Kamus Bahasa Gaul 7. Antonim Kata 8. Sinonim RijalHabibulloh 08.05. Teks Bacaan Surat Al-Qiyamah Arab Latin dan Terjemahannya - Sahabat sejuta warna kali ini saya postingkan Bacaan Surat Al Qiyamah Arab Latin dan Artinya. perlu diketahui sahabat-sahabat Surah Al-Qiyamah adalah surah ke tujuh puluh lima dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas empat puluh ayat, termasuk golongan surah DownloadTulisan Latin Surah Al Qiyamah for free. File size: 135.9 KB. File type: PDF lagIA. Juz Amma Berikut bacaan Surat Al Qiyamah dan artinya dalam Bahasa Indonesia sebagai bagian dari golongan surah makkiyah karena diturunkan di Makkah. Minggu, 23 Januari 2022 1326 Tribun JatengSurat Al Qiyamah Hari Kiamat Lengkap Arab Latin dan Artinya - Berikut bacaan surah makkiyah Surat Al Qiyamah Hari Kiamat Selengkapnya simak bacaan Surat Al Qiyamah lengkap Arab latin dan artinya dalam Bahasa Indonesia. Surat Al Qiyamah لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ Laa uqsimu biyaumil qiyaamah. "Aku bersumpah dengan hari kiamat." وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ Wa laa uqsimu bin nafsil lawwaamah. "Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri." اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗ Ayahsabul insaanu al lan najma 'a 'idzaamah. "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya?" بَلٰى قَادِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗ لَآ أُقْسِمُ بِيَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ lā uqsimu biyaumil-qiyāmah [1] Aku bersumpah dengan hari Kiamat, وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ wa lā uqsimu bin-nafsil-lawwāmah [2] dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri. أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَلَّن نَّجْمَعَ عِظَامَهُۥ a yaḥsabul-insānu allan najma'a 'iẓāmah [3] Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya? بَلَىٰ قَـٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّىَ بَنَانَهُۥ balā qādirīna 'alā an nusawwiya banānah [4] Bahkan Kami mampu menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna. بَلْ يُرِيدُ ٱلْإِنسَـٰنُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُۥ bal yurīdul-insānu liyafjura amāmah [5] Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus. يَسْــَٔلُ أَيَّانَ يَوْمُ ٱلْقِيَـٰمَةِ yas`alu ayyāna yaumul-qiyāmah [6] Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?” فَإِذَا بَرِقَ ٱلْبَصَرُ fa iżā bariqal-baṣar [7] Maka apabila mata terbelalak ketakutan, وَخَسَفَ ٱلْقَمَرُ wa khasafal-qamar [8] dan bulan pun telah hilang cahayanya, وَجُمِعَ ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ wa jumi'asy-syamsu wal-qamar [9] lalu matahari dan bulan dikumpulkan, يَقُولُ ٱلْإِنسَـٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ ٱلْمَفَرُّ yaqụlul-insānu yauma`iżin ainal-mafarr [10] pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?” كَلَّا لَا وَزَرَ kallā lā wazar [11] Tidak! Tidak ada tempat berlindung! إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ ٱلْمُسْتَقَرُّ ilā rabbika yauma`iżinil-mustaqarr [12] Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu. يُنَبَّؤُاْ ٱلْإِنسَـٰنُ يَوْمَئِذِۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ yunabba`ul-insānu yauma`iżim bimā qaddama wa akhkhar [13] Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. بَلِ ٱلْإِنسَـٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ بَصِيرَةٌ balil-insānu 'alā nafsihī baṣīrah [14] Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ walau alqā ma'āżīrah [15] dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. لَا تُحَرِّكْ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ lā tuḥarrik bihī lisānaka lita'jala bih [16] Jangan engkau Muhammad gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur'an karena hendak cepat-cepat menguasainya. إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ inna 'alainā jam'ahụ wa qur`ānah [17] Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membacakannya. فَإِذَا قَرَأْنَـٰهُ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ fa iżā qara`nāhu fattabi' qur`ānah [18] Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُۥ ṡumma inna 'alainā bayānah [19] Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya. كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ kallā bal tuḥibbụnal-'ājilah [20] Tidak! Bahkan kamu mencintai kehidupan dunia, وَتَذَرُونَ ٱلْأَخِرَةَ wa tażarụnal-ākhirah [21] dan mengabaikan kehidupan akhirat. وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ wujụhuy yauma`iżin nāḍirah [22] Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri, إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ilā rabbihā nāẓirah [23] memandang Tuhannya. وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذِۭ بَاسِرَةٌ wa wujụhuy yauma`iżim bāsirah [24] Dan wajah-wajah orang kafir pada hari itu muram, تَظُنُّ أَن يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ taẓunnu ay yuf'ala bihā fāqirah [25] mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. كَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلتَّرَاقِىَ kallā iżā balagatit-tarāqī [26] Tidak! Apabila nyawa telah sampai ke kerongkongan, وَقِيلَ مَنْۜ رَاقٍ wa qīla man rāq [27] dan dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan?” وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلْفِرَاقُ wa ẓanna annahul-firāq [28] Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia, وَٱلْتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ waltaffatis-sāqu bis-sāq [29] dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ ٱلْمَسَاقُ ilā rabbika yauma`iżinil-masāq [30] kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ fa lā ṣaddaqa wa lā ṣallā [31] Karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur'an dan Rasul dan tidak mau melaksanakan salat, وَلَـٰكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ wa lāking każżaba wa tawallā [32] tetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran, ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā [33] kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰ aulā laka fa aulā [34] Celakalah kamu! Maka celakalah! ثُمَّ أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰٓ ṡumma aulā laka fa aulā [35] Sekali lagi, celakalah kamu manusia! Maka celakalah! أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَن يُتْرَكَ سُدًى a yaḥsabul-insānu ay yutraka sudā [36] Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban? أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِىٍّ يُمْنَىٰ a lam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnā [37] Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ ṡumma kāna 'alaqatan fa khalaqa fa sawwā [38] kemudian mani itu menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, فَجَعَلَ مِنْهُ ٱلزَّوْجَيْنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ fa ja'ala min-huz-zaujainiż-żakara wal-unṡā [39] lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. أَلَيْسَ ذَٲلِكَ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحْــِۧىَ ٱلْمَوْتَىٰ a laisa żālika biqādirin 'alā ay yuḥyiyal-mautā [40] Bukankah Allah yang berbuat demikian berkuasa pula menghidupkan orang mati? Your browser does not support the audio tag. 1 لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ lā uqsimu biyaumil-qiyāmah Aku bersumpah dengan hari Kiamat, 2 وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ wa lā uqsimu bin-nafsil-lawwāmah dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri. 3 اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗ a yaḥsabul-insānu allan najma'a 'iẓāmah Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya? 4 بَلٰى قَادِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗ balā qādirīna 'alā an nusawwiya banānah Bahkan Kami mampu menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna. 5 بَلْ يُرِيْدُ الْاِنْسَانُ لِيَفْجُرَ اَمَامَهٗۚ bal yurīdul-insānu liyafjura amāmah Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus. 6 يَسْـَٔلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِۗ yas`alu ayyāna yaumul-qiyāmah Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?” 7 فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙ fa iżā bariqal-baṣar Maka apabila mata terbelalak ketakutan, 8 وَخَسَفَ الْقَمَرُۙ wa khasafal-qamar dan bulan pun telah hilang cahayanya, 9 وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙ wa jumi'asy-syamsu wal-qamar lalu matahari dan bulan dikumpulkan, 10 يَقُوْلُ الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍ اَيْنَ الْمَفَرُّۚ yaqụlul-insānu yauma`iżin ainal-mafarr pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?” 11 كَلَّا لَا وَزَرَۗ kallā lā wazar Tidak! Tidak ada tempat berlindung! 12 اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمُسْتَقَرُّۗ ilā rabbika yauma`iżinil-mustaqarr Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu. 13 يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَۗ yunabba`ul-insānu yauma`iżim bimā qaddama wa akhkhar Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. 14 بَلِ الْاِنْسَانُ عَلٰى نَفْسِهٖ بَصِيْرَةٌۙ balil-insānu 'alā nafsihī baṣīrah Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, 15 وَّلَوْ اَلْقٰى مَعَاذِيْرَهٗۗ walau alqā ma'āżīrah dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. 16 لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ lā tuḥarrik bihī lisānaka lita'jala bih Jangan engkau Muhammad gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur'an karena hendak cepat-cepat menguasainya. 17 اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ inna 'alainā jam'ahụ wa qur`ānah Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membacakannya. 18 فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚ fa iżā qara`nāhu fattabi' qur`ānah Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. 19 ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗ ṡumma inna 'alainā bayānah Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya. 20 كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَۙ kallā bal tuḥibbụnal-'ājilah Tidak! Bahkan kamu mencintai kehidupan dunia, 21 وَتَذَرُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ wa tażarụnal-ākhirah dan mengabaikan kehidupan akhirat. 22 وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌۙ wujụhuy yauma`iżin nāḍirah Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri, 23 اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ ilā rabbihā nāẓirah memandang Tuhannya. 24 وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍۢ بَاسِرَةٌۙ wa wujụhuy yauma`iżim bāsirah Dan wajah-wajah orang kafir pada hari itu muram, 25 تَظُنُّ اَنْ يُّفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ ۗ taẓunnu ay yuf'ala bihā fāqirah mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. 26 كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَۙ kallā iżā balagatit-tarāqī Tidak! Apabila nyawa telah sampai ke kerongkongan, 27 وَقِيْلَ مَنْ ۜرَاقٍۙ wa qīla man rāq dan dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan?” 28 وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَاقُۙ wa ẓanna annahul-firāq Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia, 29 وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِۙ waltaffatis-sāqu bis-sāq dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, 30 اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمَسَاقُ ۗ ilā rabbika yauma`iżinil-masāq kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. 31 فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰىۙ fa lā ṣaddaqa wa lā ṣallā Karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur'an dan Rasul dan tidak mau melaksanakan salat, 32 وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۙ wa lāking każżaba wa tawallā tetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran, 33 ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰىۗ ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. 34 اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۙ aulā laka fa aulā Celakalah kamu! Maka celakalah! 35 ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۗ ṡumma aulā laka fa aulā Sekali lagi, celakalah kamu manusia! Maka celakalah! 36 اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗ a yaḥsabul-insānu ay yutraka sudā Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban? 37 اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰى a lam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnā Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, 38 ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰىۙ ṡumma kāna 'alaqatan fa khalaqa fa sawwā kemudian mani itu menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, 39 فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗ fa ja'ala min-huz-zaujainiż-żakara wal-unṡā lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. 40 اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى a laisa żālika biqādirin 'alā ay yuḥyiyal-mautā بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ Lā uqsimu biyaumil-qiyāmahti. Aku bersumpah demi hari Kiamat. وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ Wa lā uqsimu bin nafsil-lawwāmahti. Aku bersumpah demi jiwa yang sangat menyesali dirinya sendiri. اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗ Ayaḥsabul-insānu allan najmaa iẓāmahū. Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya? بَلٰى قٰدِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗ Balā qādirīna alā an nusawwiya banānahū. Tentu, bahkan Kami mampu menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna. بَلْ يُرِيْدُ الْاِنْسَانُ لِيَفْجُرَ اَمَامَهٗۚ Bal yurīdul-insānu liyafjura amāmahū. Akan tetapi, manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus. يَسْـَٔلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِۗ Yas’alu ayyāna yaumul-qiyāmahti. Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?” فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙ Fa iżā bariqal-baṣaru. Apabila mata terbelalak ketakutan, وَخَسَفَ الْقَمَرُۙ Wa khasafal-qamaru. bulan pun telah hilang cahayanya, وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙ Wa jumiasy-syamsu wal-qamaru. serta matahari dan bulan dikumpulkan, يَقُوْلُ الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍ اَيْنَ الْمَفَرُّۚ Yaqūlul-insānu yauma’iżin ainal-mafarru. pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?” كَلَّا لَا وَزَرَۗ Kallā lā wazara. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung. اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمُسْتَقَرُّۗ Ilā rabbika yauma’iżinil-mustaqarru. Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu. يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَۗ Yunabba’ul-insānu yauma’iżim bimā qaddama wa akhkhara. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dia kerjakan dan apa yang telah dia lalaikan. بَلِ الْاِنْسَانُ عَلٰى نَفْسِهٖ بَصِيْرَةٌۙ Balil-insānu alā nafsihī baṣīrahtun. Bahkan, manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri وَّلَوْ اَلْقٰى مَعَاذِيْرَهٗۗ Wa lau alqā maāżīrahū. walaupun dia mengemukakan alasan-alasan-nya. لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ Lā tuḥarrik bihī lisānaka litajala bihī. Jangan engkau Nabi Muhammad gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur’an karena hendak tergesa-gesa menguasai-nya. اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ Inna alainā jamahū wa qur’ānahū. Sesungguhnya tugas Kamilah untuk mengumpulkan dalam hatimu dan membacakannya. فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚ Fa iżā qara’nāhu fattabi qur’ānahū. Maka, apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu. ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗ Ṡumma inna alainā bayānahū. Kemudian, sesungguhnya tugas Kami pula-lah untuk menjelaskannya. كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَۙ Kallā bal tuḥibbūnal-ājilahta. Sekali-kali tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia, وَتَذَرُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ Wa tażarūnal-ākhirahta. dan mengabaikan kehidupan akhirat. وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌۙ Wujūhuy yauma’iżin nāḍirahtun. Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ Ilā rabbihā nāẓirahtun. karena memandang Tuhannya. وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍۢ بَاسِرَةٌۙ Wa wujūhuy yauma’iżim bāsirahtun. Wajah-wajah orang kafir pada hari itu muram تَظُنُّ اَنْ يُّفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ ۗ Taẓunnu ay yufala bihā fāqirahtun. karena mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَۙ Kallā iżā balagatit-tarāqiya. Sekali-kali tidak! Apabila nyawa telah sampai di kerongkongan, وَقِيْلَ مَنْ ۜرَاقٍۙ Wa qīla man…rāqin. dan dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan?” وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَاقُۙ Wa ẓanna annahul-firāqu. Dia pun yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia, وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِۙ Waltaffatis-sāqu bis-sāqi. dan bertautlah betis kiri dengan betis kanan. اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمَسَاقُ ۗ ࣖ Ilā rabbika yauma’iżinil-masāqu. Kepada Tuhanmulah pada hari itu manusia digiring. فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰىۙ Falā ṣaddaqa wa lā ṣallā. Dia tidak membenarkan Al-Qur’an dan Rasul dan tidak melaksanakan salat. وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۙ Wa lākin każżaba wa tawallā. Akan tetapi, dia mendustakan Al-Qur’an dan berpaling dari kebenaran. ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰىۗ Ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā. Kemudian, dia pergi kepada keluarganya dengan menyombongkan diri. اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۙ Aulā laka fa’aulā. Celakalah kamu! Maka, celakalah! ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۗ Ṡumma aulā laka fa’aulā. Kemudian, celakalah kamu! Maka, celakalah! اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗ Ayaḥsabul-insānu ay yutraka sudān. Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban? اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰى Alam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnā. Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim? ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰىۙ Ṡumma kāna alaqatan fa khalaqa fa sawwā. Kemudian, mani itu menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakannya. فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗ Fa jaala minhuz-zaujainiż-żakara wal-unṡā. Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى ࣖ Alaisa żālika biqādirin alā ay yuḥyiyal-mautā. Bukankah Allah itu kuasa pula menghidupkan orang mati? Quick Links Yasin Al Waqiah Al Kahfi Al Mulk Ar Rahman An Nasr Al Baqarah At Tin Al Fatihah An Nas An Naba Al Qariah بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 750 Bismillah hir rahman nir raheem In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful. لَآ أُقۡسِمُ بِيَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ 751 Laaa uqsimu bi yawmil qiyaamah Sahih InternationalI swear by the Day of Resurrection وَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلنَّفۡسِ ٱللَّوَّامَةِ 752 Wa laaa uqsimu bin nafsil lawwaamah Sahih InternationalAnd I swear by the reproaching soul [to the certainty of resurrection]. أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَلَّن نَّجۡمَعَ عِظَامَهُۥ 753 Ayahsabul insaanu al lan najm’a izaamah Sahih InternationalDoes man think that We will not assemble his bones? بَلَىٰ قَٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّيَ بَنَانَهُۥ 754 Balaa qaadireena alaaa an nusawwiya banaanah Sahih InternationalYes. [We are] Able [even] to proportion his fingertips. بَلۡ يُرِيدُ ٱلۡإِنسَٰنُ لِيَفۡجُرَ أَمَامَهُۥ 755 Bal yureedul insaanu liyafjura amaamah Sahih InternationalBut man desires to continue in sin. يَسۡـَٔلُ أَيَّانَ يَوۡمُ ٱلۡقِيَٰمَةِ 756 Yas’alu ayyyaana yawmul qiyaamah Sahih InternationalHe asks, “When is the Day of Resurrection?” فَإِذَا بَرِقَ ٱلۡبَصَرُ 757 Fa izaa bariqal basar Sahih InternationalSo when vision is dazzled وَخَسَفَ ٱلۡقَمَرُ 758 Wa khasafal qamar Sahih InternationalAnd the moon darkens وَجُمِعَ ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ 759 Wa jumi’ash shamsu wal qamar Sahih InternationalAnd the sun and the moon are joined, يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذٍ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ Yaqoolul insaanu yaw ma izin aynal mafarr Sahih InternationalMan will say on that Day, “Where is the [place of] escape?” كَلَّا لَا وَزَرَ Kallaa laa wazar Sahih InternationalNo! There is no refuge. إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمُسۡتَقَرُّ Ilaa rabbika yawma izinil mustaqarr Sahih InternationalTo your Lord, that Day, is the [place of] permanence. يُنَبَّؤُاْ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذِۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ Yunabba ul insaanu yawma izim bimaa qaddama wa akhkhar Sahih InternationalMan will be informed that Day of what he sent ahead and kept back. بَلِ ٱلۡإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦ بَصِيرَةٞ Balil insaanu alaa nafsihee baseerah Sahih InternationalRather, man, against himself, will be a witness, وَلَوۡ أَلۡقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ Wa law alqaa ma’aazeerah Sahih InternationalEven if he presents his excuses. لَا تُحَرِّكۡ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعۡجَلَ بِهِۦٓ Laa tuharrik bihee lisaa naka lita’jala bih Sahih InternationalMove not your tongue with it, [O Muhammad], to hasten with recitation of the Qur’an. إِنَّ عَلَيۡنَا جَمۡعَهُۥ وَقُرۡءَانَهُۥ Inna alainaa jam’ahoo wa qur aanah Sahih InternationalIndeed, upon Us is its collection [in your heart] and [to make possible] its recitation. فَإِذَا قَرَأۡنَٰهُ فَٱتَّبِعۡ قُرۡءَانَهُۥ Fa izaa qaraanaahu fattabi’ qur aanah Sahih InternationalSo when We have recited it [through Gabriel], then follow its recitation. ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا بَيَانَهُۥ Summa inna alainaa bayaanah Sahih InternationalThen upon Us is its clarification [to you]. كَلَّا بَلۡ تُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ Kallaa bal tuhibboonal aajilah Sahih InternationalNo! But you love the immediate وَتَذَرُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ Wa tazaroonal Aakhirah Sahih InternationalAnd leave the Hereafter. وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ Wujoohuny yawma izin naadirah Sahih International[Some] faces, that Day, will be radiant, إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ Ilaa rabbihaa naazirah Sahih InternationalLooking at their Lord. وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذِۭ بَاسِرَةٞ Wa wujoohuny yawma izim baasirah Sahih InternationalAnd [some] faces, that Day, will be contorted, تَظُنُّ أَن يُفۡعَلَ بِهَا فَاقِرَةٞ Tazunnu any yuf’ala bihaa faaqirah Sahih InternationalExpecting that there will be done to them [something] backbreaking. كَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلتَّرَاقِيَ Kallaaa izaa balaghatit taraaqee Sahih InternationalNo! When the soul has reached the collar bones وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٖ Wa qeela man raaq Sahih InternationalAnd it is said, “Who will cure [him]?” وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلۡفِرَاقُ Wa zanna annahul firaaq Sahih InternationalAnd the dying one is certain that it is the [time of] separation وَٱلۡتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ Waltaffatis saaqu bissaaq Sahih InternationalAnd the leg is wound about the leg, إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمَسَاقُ Ilaa rabbika yawma’izinil masaaq Sahih InternationalTo your Lord, that Day, will be the procession. فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ Falaa saddaqa wa laa sallaa Sahih InternationalAnd the disbeliever had not believed, nor had he prayed. وَلَٰكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ Wa laakin kazzaba wa tawalla Sahih InternationalBut [instead], he denied and turned away. ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ Summa zahaba ilaaa ahlihee yatamatta Sahih InternationalAnd then he went to his people, swaggering [in pride]. أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰ Awlaa laka fa awlaa Sahih InternationalWoe to you, and woe! ثُمَّ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰٓ Summa awlaa laka fa awla Sahih InternationalThen woe to you, and woe! أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَن يُتۡرَكَ سُدًى Ayahsabul insaanu ai yutraka sudaa Sahih InternationalDoes man think that he will be left neglected? أَلَمۡ يَكُ نُطۡفَةٗ مِّن مَّنِيّٖ يُمۡنَىٰ Alam yaku nutfatam mim maniyyiny yumnaa Sahih InternationalHad he not been a sperm from semen emitted? ثُمَّ كَانَ عَلَقَةٗ فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ Summa kaana alaqatan fakhalaqa fasawwaa Sahih InternationalThen he was a clinging clot, and [Allah] created [his form] and proportioned [him] فَجَعَلَ مِنۡهُ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰٓ Faja’ala minhuz zawjayniz zakara wal unsaa Sahih InternationalAnd made of him two mates, the male and the female. أَلَيۡسَ ذَٰلِكَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحۡـِۧيَ ٱلۡمَوۡتَىٰ Alaisa zaalika biqaadirin alaaa any yuhyiyal mawtaa Sahih InternationalIs not that [Creator] Able to give life to the dead?

surah al qiyamah latin