“Terkait dengan sinergi kurikulum, mungkin selama ini sudah ditindaklanjuti dan diimplementasikan. Namun, kita perlu mengembangkan kurikulum yang sesuai sehingga mendekati harapan industri dalam mencari tenaga kerja di masa depan,” paparnya.
Kurikulum SMK dikembangkan dengan penerapan sekolah berbasis industri, maka pengembangan kurikulumnya harus relevan dengan tuntutan dan kebutuhan serta perkembangan dunia usaha/dunia industri. Pengembangan yang dimaksud adalah dengan melakukan penyelarasan kurikulum SMK dengan dunia usaha/dunia industri.
Tahun ini program keahlian Desain Komunikasi Visual yang awalnya adalah program keahlian Multimedia,beruntung karena dipercaya menerima program SMK Pusat Keunggulan dari pemerintah. Dengan demikian diharapkan keahlian DKV dapat berkembang sesuai dengan kurikulum merdeka yang juga baru diterapkan dan dapat memberikan mutu pendidikan sesuai dengan dunia industri. Untuk mencapai tujuan tersebut
SMK dengan kurikulum DU/DI. Namun, meski telah dilakukan penyelarasan kurikulum, terlihat jumlah lulusan yang terserap ke dalm industri tidak sesuai dengan target serapan yang ada. Sehingga perlu diketahui apakah terdapat relevansi antara kurikulum sinkronisasi DU/DI dengan kurikulum yang digunakan oleh sekolah.
SMK yang link and match dengan Industri 2. Kepmenperin Nomor 1844 Tahun 2018 tentang Penanggung Jawa Pembinaan dan Pengembangan SMK berbasis Kompetensi yang link and Match dengan Industri 3. Kelompok Kerja Tindak Lanjut Program Link and Match SMK dan Industri (Permen 2 Menteri, Kemenperin dengan Kemendikbud. Penyelarasan kurikulum dan
Program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek dalam rangka mengembangkan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu melalui peningkatan kualitas dan kinerja yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta dunia kerja, sehingga mampu menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan
0iHR.
format penyelarasan kurikulum smk dengan industri